JARINGAN DISTRIBUSI 3 FASA
Sistem distribusi merupakan bagian integral dari infrastruktur tenaga listrik yang bertugas menyalurkan listrik dari sumber daya besar (Bulk Power Source) hingga ke konsumen. Disini saya memakai distribusi 3 fasa di daerah Slamet Riyadi, Surakarta.
Fungsi distribusi tenaga listrik meliputi:
- Mengalirkan atau menyalurkan listrik ke berbagai lokasi pelanggan.
- Merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berhubungan langsung dengan pelanggan, karena suplai daya ke pusat-pusat beban (pelanggan) disediakan secara langsung melalui jaringan distribusi.
- Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar, dengan tegangan awalnya berkisar antara 11 kV hingga 24 kV, kemudian dinaikkan tegangannya oleh gardu induk dengan menggunakan transformator peningkat tegangan menjadi 70 kV, 154 kV, 220 kV, atau 500 kV sebelum disalurkan melalui saluran transmisi.
Pengelompokan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik
Daerah II : Bagian penyaluran (Transmission) , bertegangan tinggi (HV,UHV,EHV)
Daerah III : Bagian Distribusi Primer, bertegangan menengah (6 atau 20kV).
Daerah IV : (Di dalam bangunan pada beban/konsumen), Instalasi, bertegangan rendah.
ruang lingkup Jaringan Distribusi adalah:
- SUTM, terdiri dari : Tiang dan peralatan kelengkapannya, konduktor dan peralatan perlengkapannya, serta peralatan pengaman dan pemutus.
- SKTM, terdiri dari : Kabel tanah, indoor dan outdoor termination dan lain-lain.
- Gardu trafo, terdiri dari : Transformator, tiang, pondasi tiang, rangka tempat trafo, LV panel, pipa-pipa pelindung, Arrester, kabel-kabel, transformer band, peralatan grounding,dan lain-lain.
- SUTR dan SKTR, terdiri dari: sama dengan perlengkapan/material pada SUTM dan SKTM. Yang membedakan hanya dimensinya.
Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik
1. Menurut nilai tegangannya:
- Saluran distribusi primer berada di sisi primer dari trafo distribusi, yaitu antara titik keluaran sekunder dari gardu induk (substation) dengan titik masukan primer trafo distribusi. Saluran ini memiliki tegangan menengah sekitar 20 kV. Jaringan listrik yang memiliki tegangan 70 kV atau 150 kV dan langsung melayani pelanggan dapat disebut sebagai jaringan distribusi.
2. Menurut bentuk tegangannya:
- Saluran Distribusi DC (Direct Current) menggunakan sistem tegangan searah.
- Saluran Distribusi AC (Alternating Current) menggunakan sistem tegangan bolak-balik.
3. Menurut jenis/tipe konduktornya:
Saluran udara adalah sistem distribusi yang terpasang di udara terbuka, didukung oleh penyangga seperti tiang dan perlengkapannya. Saluran udara dapat dibedakan menjadi dua jenis:
- Saluran kawat udara, yang menggunakan konduktor tanpa lapisan isolasi.
- Saluran kabel udara, yang menggunakan konduktor yang dilapisi dengan isolasi.
Saluran bawah tanah adalah sistem distribusi yang terpasang di dalam tanah, menggunakan kabel tanah sebagai medianya.
Saluran bawah laut adalah sistem distribusi yang terpasang di dasar laut, menggunakan kabel laut sebagai medianya.
4. Menurut susunan (konfigurasi) salurannya:
- Saluran Konfigurasi horizontal, bila saluran fasa terhadap fasa yang lain/terhadap netral, atau saluran positip terhadap negatip (pada sistem DC) membentuk garis horisontal.
- Saluran Konfigurasi Vertikal, bila saluran-saluran tersebut membentuk garis vertikal
- Saluran konfigurasi Delta, bila kedudukan saluran satu sama lain membentuk suatu segitiga (delta).



Komentar
Posting Komentar